Masukan API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia) Mengenai ASEAN Economic Community (AEC) 2015.

Pada pertemuan ke-39 ASEAN Economic Ministers (AEM) tahun 2007, telah disepakati mengenai naskah AEC dengan roadmap yang jelas, mengikat, dan konkrit, untuk mencapai pembentukan AEC tahun 2015. Ada 3 bidang yang dijadikan pembahasan, yaitu bidang ekonomi, bidang politik-keamanan, dan bidang sosial-budaya. Hanya di bidang ekonomi yang implementasinya dapat terukur dalam bentuk penurunan tarif barang, liberalisasi sektor jasa, dan fasilitasi investasi. Sedangkan pada 2 bidang lainnya lebih bersifat normatif.

Masukan dari API sebagai berikut :

Untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT), hampir 95% dari seluruh Harmonize System (HS) produk TPT semua negara ASEAN saat ini tarifnya sudah O0/0 yaitu sejak tahun 2010 yang bersamaan dengan berlakunya ASEAN-China FTA (ACFTA). Jadi untuk industri TPT nasional nantinya dalam menghadapi AEC 2015, kondisinya hampir sama seperti sekarang ini atau ada kemungkinan tambah buruk.
– HS adalah bahasa numerik secara klasifikasi produk atau bahan produk sebagai standar internasional untuk pelaporan barang di bea cukai dan instansi pemerintah.

Oleh karenanya yang perlu dipastikan oleh pemerintah Indonesia pada AEC 2015, bahwa untuk produk TPT, baik yang berasal dari negara-negara ASEAN maupun dari luar negara ASEAN atau masuk melalui salah satu negara ASEAN, dipersyaratkan menggunakan Certificate of Origin (COO) yang didasarkan pada Two Step Process. Dan ini berlaku bagi semua negara ASEAN, termasuk pihak ketiga yang akan melakukan perjanjian kerjasama dengan negara-negara ASEAN.
– COO atau biasa disebut Surat Keterangan Asal (SKA) adalah merupakan sertifikasi asal barang, dimana dinyatakan dalam sertifikat tersebut bahwa barang yang diekspor adalah berasal dari negara pengekspor.
– Two Step Process maksudnya adalah untuk impor garment, si negara asal barang wajib melakukan (1) finishing kain, dan (2) sewing. Jika negara asal barang hanya melakukan sewing saja (atau one process) maka fasilitas FTA tidak bisa diberikan.

Tambahan masukan lainnya, sebagai berikut :

Sektor Industri
Sebagai bagian dari bidang ekonomi, maka kerjasama di sektor industri merupakan salah satu yang utama untuk dikembangkan. Untuk industri TPT nasional, kerjasama yang perlu dikembangkan dan ditingkatkan adalah :

  • Keterampilan tenaga kerja TPT negara-negara ASEAN denqan bentuk peningkatan produktivitas dan skill melalui pendidikan dan latihan, sehingga ada standarisasi dan kompetensi untuk pekerja TPT ASEAN.
  • Pertukaran atau sharing informasi seputar industri TPT ASEAN yang diarahkan untuk mendorong perdagangan intra-ASEAN.

Sisi Perdagangan
Jumlah penduduk ASEAN yang lebih dari 600 juta jiwa merupakan pasar yang menjanjikan. Dalam rangka AEC 2015 untuk sthretening business industri TPT nasional di ASEAN, maka yang perlu diperhatikan oleh pemerintah Indonesia adalah :

  • Market Akses, maksudnya seberapa banyak tambahan akses pasar yang didapat oleh produk TPT nasional di pasar ASEAN. Untuk itu pemerintah Indonesia : (1) memberikan fasiltas kemudahan di ekspor-impor produk TPT dalam rangka supply-chains antar sektor TPT di ASEAN, (2) mensupport industri TPT nasional dalam mengikuti kegiatan pameran di ASEAN, terutama kegiatan pameran antar AFTEX members, dan (3) mengoptimalkan fungsi ITPC (Indonesia Trade Promotin Center) sebagai marketing agent atau kepanjangan tangan dari sektor TPT nasional untuk melakukan penetrasi pasar dan memfasilitasi industri TPT nasional untuk melakukan promosi.
  • Domestik Market Safeguard, maksudnya seberapa siap produk TPT dalam negeri bisa bersaing dengan produk yang sama di pasar domestik. Disini diperlukannya Certificate of Origin (COO) yang didasarkan pada Two Step Process. Jika tidak maka dipastikan pasar domestik akan dimanfaatkan serta dibanjiri oleh produk-produk TPT negara ASEAN dan negara-negara lain yang rnemiliki perjanjian kerjasarna dengan negara ASEAN.Pihak Pemerintah.

Dalam rangka menyongsong AEC 2015, yang paling utama adalah pembenahan bersama di dalam negeri, yaitu pada :

  • Kebijakan perdagangan dan kebijakan industri yang sinergi dan saling mendukung. Dan tujuan akhirnya adalah untuk perlindungan pasar domestik dan penguatan produsen TPT dalam negeri.
  • Koordinasi antar kementerian di pemerintahan dalam usa ha menciptakan iklirn usaha yang kondusif dengan tujuan akhirnya adalah peningkatan daya saing produk TPT nasional.
  • Kerjasama pemerintah dengan industri TPT nasional, dalam bentuk melibatkan API, baik untuk pembahasannya maupun untuk kontrol pelaksanaan kebijakannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s