Cikarang Dry Port: Alternatif Pelabuhan Tanjung Priok

Pada tanggal 09 Agustus 2011, beberapa perusahaan tekstil anggota API yang berlokasi di Karawang dan daerah sekitarnya mengunjungi Cikarang Dry Port (CDP) dengan maksud untuk mengetahui sejauhmana layanan CDP sebagai pelabuhan darat dan Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT) menawarkan layanan untuk penanganan ekspor dan impor maupun untuk distribusi domestik serta layanan logistik lainnya.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam rangka peningkatan daya saing produk TPT nasional, infrastruktur pelabuhan merupakan salah satu faktor utama yang ikut menentukan, khususnya untuk kepastian dan kelancaran proses kegiatan ekspor-impor. Oleh sebab itu jika infrastruktur pelabuhan berjalan dengan benar, dalam arti fungsinya memberikan kemudahan (yaitu kepastian dan efisiensi dalam pelayanan) bagi pengguna jasa, maka dampaknya tidak saja meningkatkan kinerja industri TPT nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing produknya dalam era globalisasi yang sarat dengan persaingan dan perubahan yang tidak mudah diprediksikan.

Namun kenyataannya hingga saat ini, pelabuhan-pelabuhan di Indonesia fungsinya sebagai lembaga profit yang menarik berbagai jenis biaya dan pungutan dengan berbagai macam alasan, sehingga merugikan pengguna jasa karena menyebabkan ekonomi biaya tinggi. Apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut dan tidak ada pembenahan, maka akan mengganggu kelancaran arus barang dan menimbulkan ketidakpastian bagi industri TPT nasional, dan akhirnya dapat dipastikan akan mengakibatkan daya saing produk TPT nasional melemah yang kemudian berlanjut pada penurunan perolehan devisa serta berkurangnya penyerapan tenaga kerja.

Dari perspektif tersebut diatas, maka perusahaan-perusahaan tekstil anggota API menaruh harapan yang besar agar KPPT CDP sebagai pelabuhan darat pertama dan sudah beroperasi secara penuh, dapat memberikan satu sistem manajemen pelabuhan yang terintegrasi dalam bentuk ‘one-stop service’  yang mendukung industri TPT nasional dalam usaha meningkatkan daya saing produknya melalui kepastian proses kegiatan ekspor-impor untuk pendistribusiannya.

Selain itu pula, dengan melihat pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini sudah melebihi ambang kapasitas, sehingga sangat tidak menguntungkan dan merugikan perusahaan tekstil anggota API, maka API akan mendorong perusahaan tekstil anggotanya yang berada di koridor Bekasi, Cikarang, Karawang, Purwakarta, dan Cikampek, agar menggunakan layanan dan fasilitas KPPT CDP sebagai alternatif pelabuhan Tanjung Priok yang diketahui sebagai pelabuhan dengan biaya mahal karena banyaknya biaya-biaya tambahan seperti penumpukan dan penyimpanan, pemindahan lokasi, toeslag, dan biaya-biaya lainnya yang merupakan inefisiensi cost, waktu, tenaga, dan pikiran. Dan ini sangat perlu untuk menjadi perhatian pemerintah serta dukungannya agar KPPT CDP dapat menjadi pelabuhan percontohan di wilayah Bekasi, Cikarang, Karawang, Purwakarta dan Cikampek.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s