PENINGKATAN DAYASAING PRODUK TPT NASIONAL

Stakeholders pertekstilan Indonesia sudah harus berbuat sesuatu atas penurunan/penghapusan tarif bea masuk dalam kerangka pembentukan kawasan perdagangan bebas atau istilah asingnya Free Trade Area/Agreement (FTA). Persoalan apakah kita sudah siap atau belum untuk menghadapi FTA ini, bukan lagi menjadi pembahasan, karena perjanjian pembentukan FTA dengan beberapa negara ini sudah ditandatangani oleh pemerintah Indonesia.

FTA Indonesia diawali dengan negara-negara ASEAN dalam kerangka AFTA (ASEAN Free Trade Area) yang ditandatangani sejak 01 januari 2002, kemudian masih dalam kerangka ASEAN, penandatanganan untuk FTA ini berlanjut secara berurutan dengan China (ACFTA) tanggal 04 Nopember 2002, dengan India dalam bentuk RTIA (Regional Trade and Investment Area) pada tanggal 15 September 2002, dengan Korea (AKFTA) tanggal 08 Juni 2005, dan tahun lalu dengan Australia dan New Zealand pada tanggal 27 Pebruari 2009.

Bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional, pembentukan FTA, baik itu antar sesama negara ASEAN maupun ASEAN dengan negara lain, merupakan suatu kenyataan yang harus dihadapi. Dan kata kunci untuk di era FTA ini adalah peningkatan daya saing produk (baik dalam produksi maupun pendistribusiannya) dan penciptaan aliansi strategis dengan mitra terpilih.

  • Peningkatan daya saing produk tidak hanya dalam proses produksi, tetapi juga proses pendistribusiannya, sehingga menjadi satu mata rantai yang saling menunjang/berhubungan dimana pelaksanaannya dilakukan secara bersama/konsorsium atau istilahnya domestic full service alliance. Sementara itu, dari sisi pemerintah wajib mengupayakan penciptaan iklim bisnis yang kondusif, khususnya pada suku bunga yang kompetitif, infrastruktur pelabuhan (tarif yang murah atau paling tidak sebanding dengan negara-negara ASEAN) dan transportasi, energi sekunder (listrik) didukung penuh oleh energi primer (BBM, batubara, gas), pelayanan birokrasi termasuk koordinasi antar kementerian, perlindungan pasar dalam negeri, dan lain sebagainya yang pada saranya adalah dapat memberikan kontribusi terciptanya peningkatan dayasaing produk TPT nasional.
  • Penciptaan aliansi strategis dengan mitra terpilih maksudnya negara-negara yang akan dijadikan partner oleh Indonesia, karena ini sangat berhubungan nantinya dengan persaingan produk TPT sejenis didalam negeri dan akses pasar yang diperoleh.

20 responses to “PENINGKATAN DAYASAING PRODUK TPT NASIONAL

  1. Lukman Imam Syafii

    Bos punya daftar dan alamat pabrik tekstil di jabar dan jakarta. Tks ya bos.

  2. Saya mahasiswa FPsi yang sedang menyusun skripsi tentang kesiapan sektor TPT dalam menghadapi ACFTA. Seperti yang Bapak katakan, siap ataupun tidak siap, sektor TPT kita harus siap menghadapi ACFTA karena hal itu sudah ditetapkan untuk berjalan di tahun 2010 ini. Namun, penelitian saya ingin menelusuri kondisi aktual dari kesiapan pengusaha2 TPT dan mencari tahu bagian mana dari dimensi kesiapan tersebut yang masih perlu dibenahi.
    Beberapa pertanyaan saya:
    1. Dalam pemilihan populasi, saya ingin memfokuskan pada industri TPT di Jakarta. Menurut Bapak, apakah industri TPT di Jakarta mampu merepresentasikan sektor TPT di Indonesia?

    2. Hal-hal apa saja yang sudah dilakukan oleh sektor TPT kita dalam meningkatkan daya saing, khususnya dengan produk Cina?

    Mohon petunjuk dari Bapak. Terima kasih sebelumnya.
    Regards,
    Fillip

    • pertanyaan nomor 1:
      – jika melihat dari total jumlah perusahaan TPT nasional lebih dari 2.800 perusahaan, sebaiknya di wilayah jawa barat (56%) dan yg lainnya secara berurutan jawa tengah (20%), jabodetabek (12%), jawa timur (6%), bali (3%), sumatera (2%), dan jogjakarta (1%).
      – tetapi jika melihat dari penjualannya di pasar lokal yang harus berkompetisi dengan produk-produk TPT impor, maka langkah pertama fokuskan pada peredaran produk-produk TPT di pusat-pusat penjualan seperti mall, pasar tanah abang, pasar cipadu, pasar cipulir, pasar baru bandung, factory outlet, ITC, dan pusat retailer lainnya. langkah kedua adalah mengetahui di pasar lokal lebih banyak mana yang dijual, apakah produk-produk TPT impor (negatif utk indonesia) atau produk-produk TPT produksi dalam negeri (positif utk indonesia). langkah selanjutnya, baru masuk ke perusahaannya yang fokusnya didasarkan atas hasil dari langkah kedua yang positif atau negatif bagi indonesia.

      pertanyaan nomor 2:
      – untuk ‘daya saing’ ada faktor-faktornya, yaitu: finance (bunga bank, akses utk pinjaman),, energi listrik-batubara-gas (harga dn suplainya), skill dan produktivitas tenaga kerja, infrastruktur pelabuhan dan transportasi, perlindungan pasar dalam negeri. dari faktor-faktor tersebut dibahas lagi positif dan negatifnya bagi industri TPT nasional dengan membandingkannya ke negara-negara kompetitor kita.
      – yg sudah dilakukan untuk meningkatkan daya saing, antara lain: sudah melakukan upgrading technology mesin-mesin TPT oleh kementerian perindustrian, kerjasama antar industri TPT seASEAN utk supply chains dan peningkatan tenaga kerja garmen melalui pendidikan dan latihan dengan standar ASEAN, kerjasama antara asosiasi TPT indonesia-china, dan lain sebagainya yang intinya meminimalisir aspek-aspek negatif atas faktor-faktor untuk meningkatkan daya saing.

  3. Terima kasih sebelumnya atas masukan Bapak.
    Berkaitan dengan faktor-faktor peningkatan daya saing yang Bapak jabarkan, saya dapat simpulkan bahwa diperlukan peran dari pihak pemerintah, pemilik usaha maupun anggota dari organisasi untuk mengusahakan peningkatan daya saing produk dalam negeri kita.
    Berdasarkan pantauan melalui media massa, dan input dari Bapak, saya dapat menyimpulkan bhw pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk menunjang persiapan industri kita dalam menghadapi ACFTA. Namun, yg menjadi permasalahan adalah: para pengusaha (khususnya sektor industri berskala UMKM) pesimis mengenai arah perubahan tersebut. Mereka sangsi dapat menyaingi produk TPT Cina yang membanjiri pasar dalam negeri kita. Bahkan, produk Cina tersedia dalam ragam, kualitas, dan harga yang bervariasi sesuai minat pasar.

    Dari sini, saya menyimpulkan bahwa penting bagi kita untuk mempersiapkan organisasi (pemilik usaha dan anggota/pekerjanya) dalam menghadapi arus perubahan itu sendiri. Dengan demikian, usaha pemerintah, sebagaimana yang telah Bapak jabarkan dengan baik di atas, dapat disambut oleh pengusaha kita dengan optimisme.

    Mohon tanggapan dan masukan Bapak mengenai pemikiran saya ini.
    Terima kasih.

    • tambahan…
      pak, untuk saat ini dimana Indonesia banyak melakukan FTA dengan negara-negara lain dalam bentuk bilateral atau regional atau multilateral, maka yang kita hadapi adalah negaranya, bukan industrinya.

  4. Ok… thx… saya pikir saya sudah dapat banyak masukan dari Bapak. Terima kasih banyak.
    Salam sukses

  5. Pak, saya kan lagi bikin disertasi dengan obyek penelitian perusahaan skala menengah pd industri tekstil. Saya kesulitan mencari data total populasi perusahaan skala menengah krn data statistik dr direktorat TPT ttg jumlah perusahaan tdk membagi kedlm skala perush. kecil,menengah atau besar; sedangkan data dr menkop UKM tdk membagi UKM kedlm jenis usaha. pertanyaan saya kira2 brp % ya jml perush menengah ato UKM dr total jml perush pd industri tekstil se jawa ato indonesia? tp penelitian saya ttg HRM pak, jd beda fokus. Terima kasih sebelumnya

  6. Selamat pagi, Pak. Saya seorang mahasiswi hubungan internasional yang sedang menyusun skripsi ttg implikasi FTA yang dijalin Indonesia terhadap Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Masalahnya, saya hanya ingin fokus pada produk tekstil HS 54 yg berkaitan dg filamen. Ketika saya mencari data produksi HS 54 Indonesia di BPS yang ada hanyalah produksi tekstil secara umum, tdk ada rincian utk msg2 jenis tekstil. Kira2 dimana saya bs mendapatkan data tsb,Pak? Terima Kasih.

    • selamat pagi pak…
      yang dicari adalah produk benang (5401.10 s/d 5406.20) dan harusnya ada di BPS karena logikanya BPS mendapatkan datanya dari ditjen bea cukai.
      atau dapat dicari di perpustakaan kementerian perindustrian.
      terimakasih

  7. Selamat malam, Pak..
    saya seorang mahasiswa HI ingin menanyakan website resmi Asosiasi Pertekstilan Indonesia apa ya Pak?
    selain itu, saya jg membutuhkan data produksi tekstil dan produk tekstil di Indonesia utk kepentingan penulisan skripsi saya..apakah data tsb jg bs saya dapat dari API,Pak? terima kasih sebelumnya

  8. Pak, saya seringkali membaca berita ttg ACFTA dan mendapati bahwa sebanyak 53 pos tarif di sektor TPT tertekan akibat ACFTA (sumber: Koran Bisnis Indonesia dan Media Indonesia). Tapi dari 53 pos tarif tersebut tidak banyak yg menguraikan apa saja yg termasuk di dalamnya? saya seorang mahasiswa ekonomi yg sdg menulis masalah ACFTA. Mohon informasinya. Trimakasih.

    • untuk mengetahui pos tarif tersebut dapat dilihat pada website kementerian perdagangan.
      sedangkan jumlahnya ada kurang lebih 1.000 HS yang terbagi dalam 3 tahap, yaitu early harvest programme (EHP), normatl track (NT) 1 dan 2, dan sensitive track (ST), serta highly sensitive track (HST)
      demikian dan terimakasih

  9. Pak, apakah ACFTA secara signifikan berpengaruh terhadap daya saing TPT Indonesia terhadap TPT Cina? Jika iya, sejauh mana ACFTA berpengaruh terhadap daya saing TPT di era saat ini? Terimakasih

    • pak, bukan hanya TPT indonesia yang daya saingnya kalah dengan TPT China, tetapi hampir semua produsen TPT dunia, produknya kalah bersaing dengan TPT China.
      untuk pengaruhnya sampai sejauh mana…dibandingkan saja faktor-faktornya, seperti finance (bunga pinjaman, akses kreditnya), energi (yaitu listrik, batubara, gas, bbm), tenaga kerja (produktivitas, skill, jam kerjanya per minggu/tahun), infrastruktur pelabuhan & transportasi darat (khusus tarifnya), akses pasar (baik dalam negeri maupun ekspor, misalnya perlindungan pasar dalam negerinya, penguatan pasar ekspornya, dll), atau singkatnya perbandingkan antara proses produksi dan distribusinya…
      terimakasih

  10. Jadi memang ada pengaruh yg signifikan ya Pak antara pemberlakuan ACFTA terhadap daya saing TPT Indonesia? jika kita membandingkan antara proses produksi dan distribusinya, apa signifikasi ACFTA terhadap kedua hal tsb (produksi dan distribusinya) ?
    Terima kasih Pak atas penjelasannya, saya sdg mencari topik utk penelitian tesis saya..oleh krna itu saya ingin memastikan apakah ACFTA memang memiliki relevansi terhadap daya saing TPT dari penjelasan pakar TPT sendiri seperti bapak.

  11. Bagaimana Pak, mohon direspons ya Pak pertanyaan saya. Jawaban bapak sangat berarti untuk pertimbgan saya apakah jadi meneliti ttg topik tsb atau tidak. Terima kasih sebelumnya

  12. Salam..sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawaban Bapak terdahulu. Dari uraian Bapak di atas bhw Indonesia mengadakan kerjasama khususnya dlm bidang pertekstilan dgn India yg diimplementasikan dgn dibentuknya RTIA, tapi mengapa sewaktu saya mau mengirimkan sample bahan tekstil ke India, pihak jasa pengiriman (sebut saja Fedex) menolak & mengatakan tidak bisa dlm bentuk tekstil ke India (sempat saya jelaskan hanya sample-beberapa kilo) tetap tdk bisa, Apa yg terjadi pak? bagaimana prosedur yg benar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s