Pasar Domestik Sebagai Guaranteed Market Industri Garment Kecil dan Menengah

(telah dipublikasikan oleh Asosiasi Pertekstilan Indonesia pada tanggal 14 Nov 2008)

Krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat telah memberikan dampaknya ke hampir seluruh dunia di hampir seluruh sektor. Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia pun turut merasakan akibatnya. Melemahnya pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), dan Jepang, telah menurunkan daya beli masyarakatnya dan sebagai akibatnya permintaan untuk TPT pun mengalami penurunan. Padahal AS, UE, dan Jepang adalah pasar ekspor utama produk TPT dunia termasuk dari Indonesia.

 

Penurunan permintaan TPT dunia, khususnya dari pasar AS, UE, dan Jepang, tidak hanya dirasakan oleh eksportir dari Indonesia melainkan juga dirasakan eksportir-eksportir TPT dari seluruh dunia. Seperti tahun 2008 dibandingkan dengan tahun 2007 pada periode januari-agustus 2008, impor TPT AS dari dunia minus, baik itu nilainya (-3,68% dari USD 64,05 milyar) maupun volumenya (-5,24% dari SME 35,50 milyar). Begitu pula yang terjadi dengan Jepang, untuk impor TPT nya turun yang secara nilai -7,80% (dari 2,24 trilyun YEN) dan volume -1.14% (dari 1,56 milyar Kg).

 

Selain berdampak pada menurunnya permintaan ekspor, krisis tersebut juga telah memberikan dampak kepada pasar dalam negeri (domestik) TPT Indonesia, yaitu pasar domestik dijadikan target pemasaran produk-produk TPT yang tidak bisa diserap oleh pasar dunia. Dan ini diperkirakan sudah terjadi sejak 6 (enam) tahun terakhir, dimana konsumsi TPT di pasar domestik selalu naik, dari 888 ribu ton pada tahun 2001 hingga menjadi 1,220 ribu ton tahun 2007. Sementara impor juga meningkat, dari 43 ribu ton (2001) menjadi 88 ribu ton (2007). Sedangkan share penjualan produk dalam negeri di pasar domestik malah turun, dari 844 ribu ton (2001) menjadi 271 ribu ton (2007). Padahal pasar domestik sesungguhnya merupakan pasar potensial bagi industri garmen kecil dan menengah. Sehingga apabila pasar domestik yang 100% nya milik industri garmen kecil dan menengah ini terganggu, maka dampak kerugiannya adalah mematikan industri tersebut dan berlanjut ke PHK, kredit macet, dan pendapatan pajak menurun.

 

Untuk mengatasi kondisi pasar domestik yang dijadikan target pemasaran produk-produk TPT yang tidak bisa diserap oleh pasar dunia, Departemen Perdagangan telah menerbitkan dua kebijakan sekaligus, yaitu Peraturan Menteri Perdagangan No. 44 Tahun 2008 Tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu (Permendag No. 44/2008) dan Pembentukan Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar, yang intinya adalah produk garmen sebagai salah satu produk yang diatur serta diawasi peredarannya.

 

 

Kinerja Industri TPT Indonesia, Estimasi 2008 & Forecast 2009

Ditengah-tengah krisis keuangan global yang mempengaruhi kinerja lembaga keuangan di semua negara sehingga membutuhkan supporting likuiditas dari pemerintahnya masing-masing, ditambah lagi dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari inflasi di negara-negara utama tujuan ekspor produk TPT dunia, diestimasikan kinerja industri TPT nasional sampai dengan akhir tahun 2008 terjadi kenaikan, yaitu untuk nilainya adalah USD 10,84 milyar atau naik sebesar 8,33% dengan volumenya menjadi 2,012 juta ton atau naik sebesar 7,45% dari tahun 2007. Sedangkan forecast tahun 2009, diperkirakan akan terjadi kenaikan dari tahun 2008 hanya sebesar 2,18% atau senilai USD 11,07 milyar dengan volumenya menjadi 2,064 juta ton atau naik sebesar 2,60%.

 

 

Estimasi 2008 dan forecast 2009 tersebut berdasarkan asumsi adanya tambahan kapasitas produksi dan peningkatan utilisasi produksi dari program peningkatan teknologi industri selama tahun 2007 dan 2008, produk-produk China relatif menjadi lebih mahal (karena upah pekerja dan energi mulai mahal, konsumsi domestik mulai meningkat, nilai tukar RMB mulai kuat dan tidak ada kepastian), pertumbuhan ekonomi Asia Timur (Kamboja, Laos, Hong Kong, Taiwan, Myanmar, Thailand, Phillipina, Malaysia, Korea Selatan) yang diprediksikan rata-rata sebesar 7,6% dan lebih yang penting lagi adalah pengusaan pasar domestik yang akan meningkat sekitar 60%.

 

Namun disisi lain, ada usaha lain yang harus dilakukan yang berkaitan dengan kondisi iklim usaha di dalam negeri dimana kondisi tersebut yang nyatanya menjadi masalah dan menghambat kinerja industri TPT nasional pada tahun-tahun sebelumnya. Masalah dan hambatan dimaksud hampir semuanya adalah masalah klasik (seputar moneter, fiscal, dan koordinasi antar birokrasi) yang membutuhkan political will yang kuat untuk membenahi masalah dan hambatan di sektor TPT. Misalnya seperti dalam hal penanganan produk-produk TPT yang membajiri pasar domestik yang selama ini tidak ada koordinasi dan terkesan masing-masing birokrasi melaksanakan hanya sebatas tugas, wewenang dan tanggungjawabnya masing-masing.

 

Oleh sebab itu, diharapkan dengan adanya Permendag No. 44/2008 tersebut dapat memberikan iklim usaha dagang yang fair di pasar dalam negeri serta dengan terbentuknya Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar nantinya merupakan implementasi untuk pengkoordinasian antar birokrasi dalam pelaksaannya. Dengan koordinasi dan saling mengawasi adalah salah satu faktor pendukung berjalannya program kerja pengamanan pasar dalam negeri. Dan untuk pelanggarannya sebaiknya diarahkan ke tindak pidana penyelundupan dalam perspektif tindak pidana korupsi.

9 responses to “Pasar Domestik Sebagai Guaranteed Market Industri Garment Kecil dan Menengah

  1. maju terus industri tekstil indonesia bangkit
    najwacollection@hotmail.com
    najwacollection.blogspot.com

  2. pak, utk hal seperti ini wadahnya sudah ada ke Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) melalui majalahnya (ITM-API News atau API Website). demikian pak dan terimakasih

  3. bagaimana caranya utk menjadi anggpta API.thanks

    • Pak Agus, utk detailnya dapat mengirimkan permintaan tsb ke sekretariat@bpnapi.org , dan dibawah ini berdasarkan AD/ART API sebagai berikut:
      1. Pasal 3, Pendaftaran Anggota
      Permintaan untuk menjadi anggota Asosiasi Pertekstilan Indonesia harus mendaftarkan diri pada Asosiasi Pertekstilan Indonesia.
      2. Pasal 4, Prosedur Pendaftaran Anggota Biasa
      (1) Yang dapat menjadi anggota biasa adalah perusahaan, BUMN atau BUMD, dan badan usaha swasta yang berbadan hukum, yang melakukan sekurang- kurangnya salah satu kegiatan:
      a. Pembuatan serat dan filament.
      b. Pembuatan benang tekstur.
      c. Pemintalan.
      d. Pertenunan.
      e. Perajutan dan bordir.
      f. Penyempurnaan atau pencelupan/pencetakan.
      g. Pembatikan.
      h. Pembuatan tekstil jadi lainnya.
      i. Pembuatan pakaian jadi.
      j. Perdagangan produk-produk pertekstilan.

  4. Pak, saya sedang membuat tesis mengenai persaingan TPT lokal dengan impor. Adakah kemungkinan China melakukan dumping atau predatory pricing, sehingga harga TPT mereka murah?? kalo ada data/artikel/penelitiannya dimana saya bisa dapatkan? terima kasih

    • pak,
      sebaiknya ditelaah lagi…1) di negara China, bagaimana pemerintahnya men-support industri TPTnya sehingga memiliki daya saing yg tinggi/bagus ???…2) di negara Indonesia, apakah produk-produk impor, termasuk dari China, yang masuk ke Indonesia sudah memenuhi ketentuan/aturan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia ???…3) setelah ada telaahan/kajian atas nomor 1 dan 2, baru masuk membicarakan apakah China telah melakukan dumping atau predatory pricing…
      demikian pak dan terimakasih

  5. pasar domestik sekarang diserbu habis oleh produk china dengan harga yang sangat murah. bagi kita, pengennya cinta indonesia. tapi bagi konsumen, pasti pengan harga yang murah. apalagi yang segmennya low end. jadi klo bisa, API juga menghadirkan info pasar2 domestik di indonesia beserta analisanya. syukur2 API bisa menjadi distributor bagi UKM2 anggotanya.pasti lebih top

    • kalau bicara harga, pasti ada pertentangan antara produsen dan konsumen…
      …beberapa tahun yg lalu pernah kita lakukan info2 harga melalui majalah ITM – API News, tapi kita kesulitan pendanaan dan akhirnya berhenti. saat ini API memang lagi pengembangan utk UKM TPT, tapi bukan menjadi distributor…
      …teriamaksih atas sarannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s