Investasi Di Sektor Riil (?)

Kenyataannya saat ini banyak faktor yang menghambat investasi di sektor riil. Dari berbagai faktor yang menghambat tersebut, ada 3 (tiga) faktor utama yang menjadi kendala, yaitu:

  • Kebijakan dibidang industri yang masih lemah dan tidak terfokus, seperti: stabilitas politik dan penegakan hukum, peraturan ketenagakerjaan, kebijakan energi (bahan bakar minyak dan listrik), kebijakan lingkungan, pengawasan barang beredar dan impor ilegal, dan lain sebagainya yang menyebabkan iklim usaha dalam negeri tidak kondusif.

  • Kebijakan fiskal yang tidak komprehensif, karena lebih difokuskan pada upaya mencapai target penerimaan negara sesat, sedangkan jangka panjangnya (yaitu: kontinuitas industri) tidak terpikirkan.

  • Kebijakan moneter yang masih belum memihak sektor riil karena beberapa sektor dinilai berisiko tinggi, antara lain seperti: fungsi intermediasi perbankan tidak optimal, suku bunga bank tinggi jika diperbandingkan dengan bunga simpanan, likuiditas keuangan dilembaga keuangan/bank untuk sektor industri sangat rendah.

Dari faktor-faktor tersebut diatas, pada akhirnya menyebabkan daya saing produk sektor riil tidak kompetitif karena tidak dapat memenuhi tuntutan pasar: competitive price, high quality, on time delivery dan responsive toward trade communication. Karena bagaimanapun juga, untuk memenuhi tuntutan pasar sehingga memiliki daya saing yang kompetitif sangat ditentukan oleh:

  • Fungsi intermediasi perbankan.

  • Tarif energi (bahan bakar minyak dan listrik) yang rasional, termasuk pasokannya.

  • Produktivitas dan skill tenaga kerja.

  • Infrastruktur, seperti sistem jalan, sistem transportasi/angkutan, sistem pelabuhan dan jasa kepabeanan, sistem telekomunikasi.

  • Letak geografis Indonesia.

Selain itu, yang sangat disayangkan, saat ini pertumbuhan ekonomi diharapkan dari tingginya konsumsi masyarakat atau dengan kata lain konsumsi masyarakat diharapkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Padahal konsumsi masyarakat tidak mungkin terus tinggi tanpa adanya peningkatan pendapatan di sektor riil tempat dimana masyarakat bekerja dan memperoleh penghasilan. Sedangkan untuk peningkatan pendapatan sektor riil memerlukan investasi, baik dalam bentuk perluasan/ekspansi maupun investasi baru, sehingga dapat meningkatkan kapasitas/produksi dan menciptakan produk yang baru sebagai antisipasi perubahan permintaan pasar. Peningkatan kapasitas/produksi ini sama artinya menyerap tenaga kerja baru dan meningkatkan pendapatan pekerja yang pada gilirannya memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dari perspektif tersebut diatas, jelaslah bahwa pertumbuhan pada sektor riil memainkan peranan yang teramat penting dalam proses pertumbuhan ekonomi. Tanpa adanya pertumbuhan di sektor riil tidak akan ada pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu pertumbuhan sektor riil memerlukan investasi untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Cukup lama terhitung sejak krisis ekonomi berlangsung sektor riil menantikan mengalirnya investasi secara signifikan. Karena persoalannya, bukan mampukah pemerintah menarik investor lebih banyak lagi masuk ke Republik ini?, tetapi mampukan pemerintah mengimplementasikan kebijakan yang telah dibuatnya?, bukan hanya mengartikan dan memahami kebijakan tersebut.

5 responses to “Investasi Di Sektor Riil (?)

  1. Salam kenal P. Inov, blog nya OK ..
    semoga dari sini kita2 yg berkutat di industri textile bisa banyak tahu yg API perjuangkan untuk kemajuan industri textile

  2. pentingnya investasi di sektor riil ini menang telah menjadi tuntutan yg wajib dilakukan oleh pemerintah saat ini, utk membantu meningkat -kan kesejahteraan rakyat.
    perbandingan antara pendapatan dan biaya minimal kehidupan layak yg hrs dikeluarkan oleh sebagian besar masyarakat yg semakin tdk cocok sehingga suatu mimpi bagi mereka utk dpt menabung sisa penghasilan yg diperoleh.
    peningkatan biaya hidup rata2 tidak sebanding dgn peningkatan penghasilan yg mrk peroleh dalam tiap bulannya, seringkali mrk hrs menambah hutang utk menutupi biaya hidup sehari2.
    sehingga menjadikannya masalah yg akan sulit utk diselesaikan bila kebijakan atau pilitical will pemerintah tdk segara melakukan terobosan dan perubahan agar dpt meningkatkan kesejahteraan rakyat.
    dengan melakukan tindak-tindakan yg nyata dan langsung dpt dirasa oleh masyarakat adalah harga mati bagi pemerintah utk melakukan dan mewujudkannya.

  3. setuju sekali pak, karena saat ini kepentingan nasional hanya dua, yaitu devisa dan tenaga kerja. oleh sebab itu untuk pengembangannya utamakan sektor riil yang yag menghasilkan neto devisa dan menyerap tenaga kerja.
    disamping itu juga, dalam kaitannya dengan biaya hidup sehari2, apakah bisa pemerintah mengontrol harga kebutuhan pokok yang selama ini selalu naik harganya apabila ada kenaikan upah (ini belum berbicara untuk produtivitas dan skill).

  4. saya banyak tambahan wawasan nih tentang tpt

  5. dan juga saya akan senang jika kita dapat sharing informasi & wawasan tentang TPT….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s