Bagian I: Tekstil dan Produk Tekstil

TEKSTIL berasal dari bahasa latin, yaitu textiles yang berarti menenun atau tenunan. Namun secara umum tekstil diartikan sebagai sebuah barang/benda yang bahan bakunya berasal dari serat (umumnya adalah kapas, poliester, rayon) yang dipintal (spinning) menjadi benang dan kemudian dianyam/ditenun (weaving) atau dirajut (knitting) menjadi kain yang setelah dilakukan penyempurnaan (finishing) digunakan untuk bahan baku produk tekstil. Produk tekstil disini adalah pakaian jadi (garment), tekstil rumah tangga, dan kebutuhan industri.

SERAT merupakan bahan baku yang paling utama untuk tekstil. Serat adalah benda padat yang mempunyai ciri atau bentuk khusus yaitu ukuran panjangnya relatif lebih besar dari ukuran lebarnya. Serat diperoleh/berasal dari alam dan buatan, yang secara rinci sebagai berikut:

  • Serat alam (natural fibers), adalah serat nabati (seperti kapas, linen, ramie, kapok, rosela, jute, sisal, manila, coconut, daun/sisal, sabut) dan serat hewani (seperti wool, sutera, cashmere, llama, unta, alpaca, vicuna).
  • Serat buatan (man made fibers), adalah artificial fiber (seperti rayon, acetate), synthetics fiber (seperti polyester/tetoron, acrylic, nylon/poliamida), dan mineral (seperti asbes, gelas, logam).

Untuk tekstil, serat yang banyak dipergunakan adalah:

  • Kapas, adalah serat yang diperoleh dari biji tanaman kapas, yaitu sejenis tanaman perdu dan banyak digunakan untuk pakaian karena sifatnya yang menyerap keringat, sehingga nyaman dipakai dan stabilitas dimensi yang baik.
  • Rayon, berasal dari kayu yang dimurnikan dan dengan zat-zat kimia. Banyak dipergunakan untuk tekstil rumah tangga seperti kain tirai/gorden, penutup kursi dan meja, kain renda, kain halus untuk pakaian dan pakaian dalam. Campuran rayon dan polyester banyak digunakan untuk bahan pakaian.
  • Poliester, dibuat dari minyak bumi, yaitu asam tereftalat yang telah dimurnikan (pirified terephtalate acid/PTA) dan ethylene glycol. Poliester banyak digunakan untuk bahan pakaian (dicampur dengan kapas/rayon), dasi, kain tirai/gorden, tekstil industri (conveyor, isolator), pipa pemadam kebakaran, tali temali, jala, kain layar dan terpal.
  • Sedangkan serat lainnya untuk tekstil adalah:
    • Poliamida/Nilon, digunakan untuk stocking/kaos kaki, kain parasut, tali temali, terpal, jala, belt untuk industri, kain ban, tali pancing, karpet, kain penyaring.
    • Poliuretan (spandex), digunakan untuk pakaian wanita, ikat pinggang, kaos tangan bedah, kaos kaki.
    • Polietilena, digunakan untuk kain pelapis di furniture/tempat duduk mobil, kain untuk pakaian pelindung di industri yang menggunakan zat-zat kimia yang korosif, kain penyaring untuk penyaringan dengan suhu rendah, kain efek empuk. 
    • Polipropilena, digunakan untuk keperluan industri, tali temali, karung pembungkus, jala ikan, permadani/carpet.
    • Poliakrilik, digunakan untuk selimut, kain rajut untuk sweater, baju hangat, scarft, tirai jendela, pakaian pelindung zat kimia, kain penyaring zat kimia, water softener filter, kain-lain berbulu.
    • Serat Gelas, digunakan untuk isolasi listrik, kaos lampu, pembungkus kawat tembaga, pembungkus kabel listrik.
    • Serat Carbon, digunakan untuk bodi pesawat terbang dan pesawat luar angkasa.
    • Serat Metal/Logam, digunakan untuk benang hias baik di tekstil rumah tangga maupun tekstil pakaian.

Serat dari segi sifat bahannya dibedakan menjadi dua jenis/bentuk, yaitu:

  • Filament, adalah serat yang sangat panjang yang panjangnya sejauh sampai habisnya bahan terulur. Semua serat buatan pada awalnya dibuat dalam bentuk filamen.
  • Stapel, adalah serat pendek dan umumnya serat alam berbentuk stapel.

BENANG berasal dari serat yang dipintal. Jenis-jenis benang dapat diketahui dari:

  • Berdasarkan Urutan Prosesnya.
    • Carded Yarn (benang garuk) yang bahan bakunya berasal dari cotton, rayon dan plyester.
    • Combed Yarn (benang sisir) yang bahan bakunya adalah cotton.
    • Blended Yarn (benang campur) yang bahan bakunya campuran antara dua jenis serat, yaitu polyester dengan rayon atau polyester dengan cotton atau rayon dengan cotton.
    • Open End Yarn (OE) yang bahan bakunya adalah cotton dan polyester.
  • Berdasarkan Konstruksinya.
    • Single Yarn (benang tunggal) adalah benang yang terdiri dari satu helai.
    • Double Yarn (benang rangkap) adalah benang yang terdiri dari dua benang atau lebih tanpa di twist.
    • Multifold Yarn (benang gintir) adalah benang yang terdiri dari dua helai atau lebih yang dijadikan satu dengan diberi twist.
  • Berdasarkan Panjang Seratnya.
    • Staple Yarn (benang staple) adalah benang yang tersusun dari serat staple atau serat buatan dalam bentuk staple.
    • Filament Yarn (benang filament) adalah benang yang tersusun dari serat buatan yang berupa filament.
  • Berdasarkan Penggunaannya.
    • Warp Yarn (benang lusi) adalah benang yang digunakan untuk arah panjang kain pada proses weaving.
    • Weft Yarn (benang pakan) adalah benang yang digunakan untuk arah lebar kain pada proses weaving.
    • Knitting Yarn (benang rajut) adalah benang yang digunakan untuk pembuatan kain rajut (knitting fabric).
    • Sewing Thread (benang jahit) adalah benang yang digunakan untuk menjahit.
    • Fancy Yarn (benang hias) adalah benang yang dibuat dengan efek hias pada twistnya, antara lain seperti slub yarn.
  • Berdasarkan Bahan Bakunya, yaitu: benang cotton, benang polyester, benang rayon, benang nylon, benang akrilik, benang polipropilen, benang R/C (benang rayon/cotton), benang T/R (benang polyester/rayon), benang T/C (benang polyester/cotton), dan lain-lain. 

KAIN merupakan hasil proses dari benang-benang yang dianyam/ditenun atau dirajut. Namun benang hasil pemintalan tidak bisa langsung ditenun atau dirajut, karena akan mudah putus ketika terjadi pergesekan antara benang lusi dan benang pakan pada waktu proses. Oleh sebab itu ada proses pekerjaan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum benang-benang tersebut ditenun atau dirajut. Proses tersebut secara berurutan:

  • Benang-benang yang dari mesin pintal (ring spinning) berbentuk gulungan palet cones lalu digulung kembali melalui mesin penggulung (winding machine) menjadi bentuk gulungan cones, dengan maksud untuk proses selanjutnya agar lebih mudah dipasangkan pada mesin penggulungan (reeling)  dalam proses pensejajaran benang arah lusi (warping).
    • Apabila dikehendaki kain yang dihasilkan memiliki efek warna antara lusi dan pakan seperti Kain Sarung atau Kain Motif, maka benangnya terlebih dahulu mengalami proses pencelupan benang (yarn dyed);
  • Setelah itu agar benang lebih licin agar tidak mudah putus ketika bergesekan, maka diproses ke sizing machine untuk dikanji;
  • Setelah kering dari pengkanjian, benang-benang baru bisa diproses untuk ditenun atau dirajut.
  • Proses tersebut, baik ditenun (dengan benang lusi dan pakan di mesin tenun) atau dirajut (rajut lusi dan pakan di mesin rajut) dengan cara gerakan silang-menyilang antara dua benang yang dilakukan secara teratur dan terus-menerus serta berulang kali dengan gerakan yang sama sehingga menjadi sebuah bentuk anyaman tertentu.  

Jenis-jenis kain dapat dibedakan menjadi tiga kelompok besar, yaitu:

  • Kain Grey atau Kain Blacu, yaitu kain yang paling sederhana atau kain yang setelah ditenun kemudian dikanji dan diseterika namun tidak mengalami proses pemasakan dan pemutihan. 
  • Kain Finished adalah kain grey yang telah melalui proses-proses pemasakan, pemutihan, pencelupan (dyeing), pewarnaan (colouring), dan pencapan (printing). Secara umum, nama kainnya, antara lain seperti: Kain Putih (untuk pakaian jadi yang biasanya diberi warna dan/atau dicap), Kain Mori (khusus untuk keperluan batik), Kain Percal (biasanya untuk pakaian jadi yang berkualitas), Kain Shirting (biasanya untuk pakaian dalam, sprei, sarung bantal), Kain Gabardine (biasanya untuk pakaian musim dingin), Kain Satin/Sateen (untuk dirangkap, penutup, penghias jendela), Kain Damas (biasanya untuk taplak meja, dekorasi mebel, serbet,), Kain Diaper (untuk popok bayi atau yang sejenisnya, karena kain ini mudah menyerap air), Kain Markis (untuk kelambu dan sejenisnya).
  • Kain Rajut, kainnya lebih halus dan lebih lemas dengan sifat kainnyapun lebih elastis dan daya tembus udara lebih besar daripada kain tenun dan banyak digunakan untuk pakaian dalam (underwear), kaos kaki, shirt, sweaters atau overcoats, dan lainnya.
  • Kain Non Woven, adalah semua kain yang bukan kain tenun dan kain rajut.

PRODUK TEKSTIL adalah hasil pengolahan lebih lanjut dari tekstil, baik yang setengah jadi maupun yang telah jadi. Yang termasuk dalam produk tekstil adalah:

  • Pakaian jadi/clothing/garment adalah berbagai jenis pakaian yang siap pakai (ready to wear) dalam berbagai ukuran standar, antara lain: pakaian pria dan wanita (dewasa dan anak-anak), pakaian pelindung (mantel, jacket, sweater), pakaian seragam, pakaian olah raga, dan lain-lain. Pakaian jadi ini harus dibedakan dengan apparel, karena apparal ini selain mencakup pakaian jadi juga mencakup berbagai accessories seperti: sepatu, tas, perhiasan, tutup kepala atau kerudung, dasi, kaos kaki, dan accessories lainnya.
  • Tekstil rumah tangga/house hold, seperti: bed linen, table linen, toilet linen, kitchen linen, curtain, dan lain-lain.
  • Kebutuhan industri/industrial use, antara lain: canvas, saringan, tekstil rumah sakit, keperluan angkatan perang termasuk ruang angkasa, dan lain-lain.

Sumber dan Bahan Bacaan.

  1. Chamroel Djafri, “Gagasan Seputar Pengembangan Industri Dan Perdagangan TPT (Tekstil dan Produk Tekstil)”, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Cidesindo, Jakarta, 2003.
  2. Gunadi, “Pengetahuan Dasar Tentang Kain-kain Tekstil dan Pakaian Jadi”, Yayasan Pembinaan Keluarga UPN Veteran, Jakarta, 1984.
  3. Griya Pelatihan Apac, “Materi Pendidikan dan Pelatihan Tekstil dan Produk Tekstil”, GRIPAC, Semarang, 2007.
  4. Dalyono, “Dasar-Dasar Perancangan Produk Tekstil”, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2005.
  5. Dalyono, “Penerapan Model Struktur Dan Model Matematis Dalam Perancangan Produk Tekstil”, Ardana Media dan Rumah Produksi Informatika, Yogyakarta, 2007.
  6. Badudu-Zain, “Kamus Umum Bahasa Indonesia”, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1996.
About these ads

88 responses to “Bagian I: Tekstil dan Produk Tekstil

  1. waah bisa menambah wawasan tekstil nih. oh ya, gimana kalo ngemuat tentang teknologi tekstil yang paling up to date…? karena sebagai mahasiswa teknik tekstil (saya mahasiswa tekstil UII, dengan jumlah mahasiswa yang di ambang kepunahan), sangat butuh mengenai perkembangan tekstil terbaru. thanks!!!

  2. terimakasih sebelumnya dan untuk usulannya memang saya ada rencana mengenai hal tersebut, tetapi tidak dalam waktu dekat ini. sekedar informasi, dapat juga dilihat di http://www.indonesiatextile.com , terimakasih dan sukses

  3. salam kenal mas egismy

    wah….mas artikel yang bagus kebetulan saya perlu artikel2 seperti ini.

    saya adalah seorang Quality control di sebuah perusahaan tekstil dibandung. klo boleh posting juga tentang celupan ( mesinnya, cara kerjanya, atau obat2nya) sekaligus tentang fungsi2nya

    terima kasih

  4. Salam kenal Mas Iman dan terimakasih commentnya.
    Sudah ada beberapa permintaan sebagaimana yang Mas Iman usulkan, untuk itu sedang di set-up semacam forum interaktif di API Website, dan nanti akan kami infokan.
    Terimakasih.

  5. salam, pak.

    saya mau bertanya mengenai struktur dalam industri tekstil itu sendiri. Apakah harga produk2 tekstil Indonesia fluktuatif?

    Maksud saya, apakah stok produksi sangat berpengaruh terhadap turun naik harga?

    terima kasih…

  6. untuk stok produksi pastinya berpengaruh pada harga, sesuai dengan supply-demand.
    kalau stok banyak dan tidak ada pembelinya, biasanya yang dilakukan adalah obral dan itupun dilakukan di dalam negeri. terkecuali kalau cash flow perusahaan kuat, mereke akan menahan dahulu dengan melihat trendnya, kira-kira 2 – 3 bulan….

  7. mau tanya nih mas, bahan dasar dari canvas tu apa ya?jenis seratnya,khususnya canvas yg buat igital printing?bisa kasih tau jg ttg buku2 ttg penitlitian serat2nya it sndiri?
    muakacihhh bgt ats bntuany mazz….

  8. bahan dasar canvas adalah cotton, dan penggunaannya banyak karena canvas ini sebenarnya adalah grey tebal yang ditenun dengan benang-benang besar dengan jarak antar benangnya rapat.
    buku-buku tersebut mungkin dapat ditemukan di STTT Bandung

  9. setelah saya baca, ternyata isinya lumayan lengkap saya mahasiswi STIE PGRI Dewantara Jombang yang sudah berkecimpung di dunia tekstile kurang lebih 6 tahun

  10. terimakasih sebelumnya atas commentnya, smoga sukses….

  11. Salam, Pak..
    saya suka merajut, lagi nyari benang yg sifatnya kaya’ tali rafia (gakpapa kalo kena air/noda kopi,sirup dll) tapi ukuran benang cukup kecil (seperti knitting yarn umumnya).
    Mohon saran dari Bapak :)
    Terima kasih ya Pak

  12. mbak dhana, untuk kebutuhan tersebut sebaiknya dapat dilakukan di forum API Website di http://www.indonesiatextile.com , terimakasih…

  13. Salam kenal pak,
    untuk benang besar seperti benang dreft yg biasanya digunakan sbg bahan baku mop (pel),biasanya pada proses finishing menggunakan uji apa saja?kalo bisa tolong beserta nama alat ujinya.
    mohon infonya.terima kasih sebelumnya

  14. bu dewi, alat uji benang biasanya pakai uster & alat ini untuk menguji kekuatan-kerataan-elastisitas-dll pada benang….

  15. salam pak..
    untuk uji kekuatan tarik benang menggunakan Tensile Strenght pada benang rangkap(ply) apakah harus di urai dulu menjadi benang single?atau langsung saja diuji pada keadaan rangkap?
    trimakasih sebelumnya..
    regards,

  16. saya membutuhkan benang katun dgn jenis SPCC210/2 untuk membuat kain sarung.
    dimanakah saya dapat menemukan bahan tersebut?
    perkiraan harga per dos/pack?
    tolong dibantu.

    makasih atas bantuannya…

  17. pak, dapat menghubungi callcenter@bpnapi.org untuk menanyakan siapa yg produksi sebagaimana yang diminta…..

  18. saya butuh informasi tentang prosedur kerja, cara pengambilan sample untuk pengujian kekuatan tarik (tensile strength) pada pita satin?? (lebar pita 1 cm)

    Mhn advise nya pa.

  19. minta ijin mengutip isi-isi dari tulisan-tulisan bapak tersebut, baik bagian 1 maupun 2.
    terima kasih

  20. silahkan pak…..

  21. terima kasih anda telah memuat artikel tentang proses pengolahan kapas menjadi benang, kalau saya boleh request, saya ingin mengetahui perhitungan serta proses pengolahan kapas lebih detail dan juga mesin-mesin yang digunakan. terima kasih

    • terimakasih kembali…..untuk proses pengolahan kapas menjadi benang, dilakukan oleh sub-sektor spinning dengan mesin-mesin yang digunakan adalah blowing, carding, drawing, combing, roving, ring spinning, winding.

  22. saya ingin nanya untuk kbutuhan karya tulis saya,

    bagaimana cara pmbuatan pkaian, mulai dari desain, pencelupan dsb?

    terima kasih.

    • secara garis besar: …..diawali dari serat yang dipintal menjadi benang, kemudian benang ditenun untuk menjadi kain, setelah kain selesai ditenun ada yang dicelup ada pula yang dicap, lalu masuk ke penyempurnaan yaitu menghaluskan kain atau membuat kain berkilau atau menjadi anti mengkeret atau anti air atau anti kumal, setelah itu kain siap untuk dibuat pakaian jadi atau barang jadi tekstil.
      …..untuk pakaian jadi tentunya diawali dengan pemilihan bahan baku (kainnya) dimana pola, disain, warna dan coraknya sesuai dengan pilihan atau musim dan lingkungan, lalu ukuran dan bentuk badan yang sesuai dengan golongan atau umur pemakai.

  23. terima kasih infonya…

  24. saya mau ada standar ukuran benang ga? Konversinya bagaimana? misal dari bale ke lbs itu beapa kali? apakah Perbedaan jenis-jenis benang yang diproduksi akan menghasilkan ukuran yang sama? terimakasih

    Yanuar

    • pak yanuar, sepengetahuan saya tentang benang sbb:
      – utk standar ukuran benang ada 2 sistem, yaitu langsung dan tdk langsung.
      sistem langsung atau sistem panjang tetap adalah penomoran benang didasarkan atas berat dan panjangnya tetap. semakin besar nomornya maka diameter/fisiknya semakin besar. biasanya utk benang filamen seperti polyester, sutera, nylon, dll.
      sistem tdk langsung atau sistem berat tetap adalah penomoran benang didasarkan atas beratnya tetap dan panjang. semakin besar nomornya maka diameter/fisiknya semakin kecil/halus. biasanya utk benang cotton.
      – utk konversi satuan yg sering dipakai pada pemintalan adalah: 1 hanks = 840 yard = 768 meter = 7 lea. utk 1 yard = 3 feet = 0,9144 meter = 36 inch. utk 1 meter = 1,0936 yard. utk 1 foot = 12 inch. utk 1 inch = 2,54 cm

    • pak yanuar, ada yg kelupaan. utk satuan beratnya adalah 1 pound = 543.6 gram = 7000 grains = 16 ounces

  25. Terima Kasih kepada Pak Egismy atas pencerahan mengenai tekstil dan produk tekstil untuk mengenalkan,memberi ilmu dan mengingatkan kita semua baik yang belum pernah belajar mengenai hal tsb maupun yang sudah pernah belajar… trims
    Saya…. karyawan Bea Cukai

  26. salam kenal pak,

    dimana ya saya bisa dapat data harga jual pasar untuk benang type carded dan combed?

    terimakasih banyak atas bantuannya

  27. Salam kenal pak, saya mau tanya pak… dimana ya saya bisa mendapatkan buku2 tentang texstil? Dan adakah majalah pertekstilan yang terbit setiap bulan gitu?
    Mohon info nya pak..thanks.

    • …..kalau untuk buku2 ttg TPT (tekstil dan produk tekstil) bisa menghubungi ke ST3 (Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil) di Bandung atau ke UII (Universitas islam Indonesia) di Jogjakarta. Sedangkan untuk majalah pertekstilan ada, yaitu ITM-API News dan datang saja ke API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia) atau hubungi buscenter@bpnapi.org dengan Ibu Ita…..
      terimakasih…..

  28. Salam…
    Pak sy sedang membuat skripsi tentang limbah tekstil, kriya tekstil dan kain renda atau lace, sy kesulitan mendapatkan buku mohon bisa berikan informasinya. makasih

    • mbak dita…
      – utk info ttg limbahnya coba dicari ke perpustakaan kementrian lingkungan hidup…
      – utk buku2 ttg tekstil dan produk tekstil (garment) ke ST3 bandung dan UII Jogja…
      thanks

  29. Terima kasih pak….

  30. pak…!
    kalo mau mencari alamat,
    orang2 yg jual limbah garment gimana ya?
    terima kasih.

  31. TEKSTIL berasal dari bahasa latin, yaitu textiles yang berarti menenun…maaf mas egismy…seharusnya bahasa latinnya Texere bukan textiles..Imho dan salam kenal dan senang ada blog juga tentang tekstil…

  32. salam kenal semua.juragan, kalo bisa dikasih info list pabrik2 bahan baku kain dong, terutama yang di bandung. syukur2 beserta daftar harga masing2 produk. oya juragan, klo boleh tahu, pasar mana yang paling prospek buat memasarkan produk jilbab saya?thanks ya infonya

    • …utk produsen bahan baku kain atau yg lainnya, sebenarnya ada dalam directory yg diterbitkan API Jawa Barat tapi utk daftar harganya yg tdk ada…utk prospek pasar sepertinya banyak yg harus dibahas terlebih dahulu a.l. seperti level konsumennya yg dituju termasuk utk harganya, pasar domestik di pulau jawa atau bukan krn berhubungan dengan trend-warna, dll…

  33. salam kenal pak
    terimakasih atas tulisan yang memperkaya wawasan mengenai tekstil
    minta ijin pak, untuk meng quote tulisan ini untuk menambah tulisan tekstil yang sedang saya buat

  34. salam kenal,saya mau nanya untuk dapatkan informasi mengenai bahan textile dmana ya…?seperti bahan seprei,bahan jilbab,bahan kaos,dll..terima kasih

    • bu…info yg dibutuhkan seperti apa, krn kalau peruntukannya antara lain dapat dilihat pada paragraf jenis-jenis kain dalam tulisan bagian I: tekstil dan produk tekstil…

  35. Sore Pak, saya mau informasi mengenai pengolahan textile, karena saya ada bahan kimia Spinning Solution (dari Catton ) dan yg paling cocok penggunaannya untuk jenis benang atau kain apa?

    Terima Kasih

  36. selamat sore ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan :
    1. apa perbedaan dari industri textile dan garment
    2. dari hasil industri produk mana yg lebih unggul
    3. dari segi pendapatan mana yang lebih besar pendapatannya
    4. kenpa industri textile tidak bisa mendapatkan fasilitas pembiayaan dari bank dalam bentuk apapun
    saya mohon penjelasannya karena saya masih bingung mana antara textile dan garment, terima kasih

    • pak herman…
      1. industri tekstil yg memproduksi benang dan kain, industri garment adalah yg memproduksi pakaian jadi
      2. & 3. tidak ada yang unggul dan juga tidak bisa tentukan untuk pendapatan, karena masing-masing berbeda, baik itu industrinya, karakteristiknya, maupun produknya
      4. kalau bank-nya lokal, memang sulit untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan tapi kalau bank-nya diluar negeri sepertinya tidak ada masalah

  37. salam kenal pak egi.
    ada beberapa hal yg saya ingin tanyakan sama pak egi, saya ingin sekali mempunyai usaha jahit atau konveksi.
    1.apakah ada wadah atau asosiasi para ukm konveksi?klo untuk pengusaha besar kan ada API klo yg kecil2 ada ngga?
    2.saya pernah lihat di tv tentang industri garment di bangladesh di sana para ukm konveksi mendapat order dari para pengusaha garment besar?apa di sini ada seperti itu kita bisa minta order dari pengusaha garment besar?
    cukup itu dulu pertanyaanya terima kasih.

    • pak anwar…
      1. sbg info, dari 14 perwakilan propinsi API sebanyak 9 perwakilannya beranggotakan UKM TPT yang bergerak pada sektor garment, weaving, knitting, hand woven, printing, dll
      2. di Indonesia juga ada, akan tetapi tentunya UKM konveksi tsb dapat mengikuti standard, apalagi jika produknya utk di ekspor

  38. pak egy jangan panggil saya bapak saya baru 26 th hehe…
    klo boleh saya tahu standar untuk bisa mendapatkan order dari garmen besar itu apa ya?
    klo kita mau mendapatkan langsung buyer dari luar itu seperti apa juga?

  39. saya ingin tau rumus perhitungan produksi pada mesin secacher sampai dg ring spining tolong di jelaskan sejelas jelasnya.
    makasih

  40. Tolong info saya rumus untuk menghitung pemakaian benang untuk model jahit obras benang 2, 3, 4, 5

    Nuhun………

  41. Pa, sy sedang mencari kain rami/hemp dimana sy bisa dapat?
    sy butuh utk produk garmen saya.

    kalau ada info harap di infokan ke : hariyadi1@yahoo.com
    atau contact 021-85450907

  42. Thanks banyak udah mau berbagi ilmu.

  43. ass wr. Wb. Pa saya mau tanya . Saya kan bru kerja di perushaan tekstil. Sya blum mengirti tentang cra perhitung persentase maching warna kain tekstil. Terima kasih

  44. erusahaan Tempat Saya BEkerja, rencana dalam waktu dekat akan mengimpor kain grey sbb :
    1. Kain Grey yang terbuat dari Nylon dan Polyster (Nylon Polyester)
    2. Kain Grey Yang Terbuat dari Nylon dan Rayon (Nylon Rayon)
    3. Kain Grey yang terbuat dari Polyster

    karena sebelumnya haruis mengurus ijin IP tekstilnya, akan tetapi saya sulit mendapatkan informasi Pos Tarifnya (No. HS), saya sudah coba buka Buku BTBMI akan tetapi sulit menemukannya, Untuk itu mohon bantuan untuk dapat menginformasi no HS barang yang dimaksud. terimakasih

    • bu,
      untuk TPT (yaitu serat, benang, kain, pakaian jadi, dan barang jadi tekstil lainnya) nomor HS dari 5001.00.00.00 s/d 6310.90.90.00
      sedangkan untuk kain yang dicari coba dilihat di nomor HS 5407.10 s/d 5408.34 dan 5512.11 s/d 5516.94
      terimakasih

  45. cv.Karua Fadillah

    Terima kasih,bagaimana jika saya mau ikut tender pengadaaan bahan yang sudah disiapkan spec bahan dari Pengguna yang sudah di Lab tetktil di Bandung biar bahan yang saya Lab minimal sama dengan yang ada dengan Pengguna bagman cara mencari Bahan tersebebut?

    • pak, untuk spec bahan yang sudah ditentukan, sepengetahuan saya dapat ditanyakan ke produsennya, yaitu perusahaan weaving langsung. dan untuk alamat lengkap sebagian besar perusahaan2 weaving nasional tersebut dapat dibeli Indonesian textile directory ke buscenter@bpnapi.org atau nomor telp. 0215272171 dengan cp ibu ita.
      terimakasih

  46. Saya suka merajut, Dan pengen mengetahui lebih dalam tentang benang rajutan,,,akhirnya nemu blog Ini. Terimakasih buat sharing ilmunya..boleh copy di blog says?

  47. Asep Ahmad Sutardi

    Kalau memperbaiki kwalitas benang yang sudah jadi, seperti untuk menghilangkan/mengurangi Nap dan Slub yang ada, bagaimana baiknya ya……??

    • pak, karena ini sudah teknis…dapat ditanyakan ke GRIPAC (griya pelatihan PT.Apac Inti Corpora) di bawen semarang atau ST3 (sekolah tinggi teknologi tekstil) bandung
      terimakasih

  48. saya sedang buat skripsi mengenai pengaruh krisis global terhadap ekspor TPT. buku-buku mengenai TPT dan data-data mengenai industri dan ekspor TPT bisa didapat dimana ya pak? terima kasih

  49. tolong ksih tau dong
    rumus prhitungan hank per jam
    untuk NE 10s, 12s, 20s, 30s

  50. kalo rumus doffing per jam pada msin ring
    gmn
    buat nentuin brapa jam sekali doffing untuk ne 10, ne 12, ne 20, ne 30

  51. Pak, saya pengen nanya
    – Pengertian serat acrylic ?
    -dan jelaskan dengan singkat proses pengolahan benang sampai menjadi kain?

    TerimaKasih :)

  52. kang mav mo nny,,,sya mhsswa stt tekstil bandung ingin nnya tentang rumus perhitungan konsumsi benang untuk suatu garmen,,,coz sya ngambil judul tentang itu,,,trima kasih,,mhon petunjuk ny,,trima kasih

    • pak, sy tidak mendalam secara teknis…tetapi garis besarnya, dimulai dari serat ke benang lalu ke kain lalu aplikasi, dan utk itu perlu perencanaan yg meliputi : 1)kandungan atau komponen bahan yang digunakan atau material, 2)densitas, dan 3)struktur dan konstruksi…perhitungannya sy tidak ahli pak

  53. iy pak terima kasih atas penjelasannya,,, :)

  54. pak kalau pakaian untk memonitor tubuh itu terbuat dari serat aapa?

  55. saya mau tanya, kalau proses GRADING itu apa ya ? lalu apa saja alat dan bahan nya ? terimakasih

    • dalama proses produksi, grading bertujuan untuk menentukan mutu produk yang dihasilkan dan juga agar bahan baku yang akan digunakan di dalam proses pengolahan sesuai dengan spesifikasi alat pengolah. parameternya dapat dilihat dari berat, ukuran, bentuk, dan warna bahan. dengan melakukan grading ini diharapkan akan didapatkan bahan baku yang sesuai dengan spesifikasi pengolahan.

  56. artikel yang saya harapkan pak…. terima kasih…
    saya mau nanya, kelebihan kain parasut apa saja yah pak?

  57. Salam kenal pak.mohon untuk dapat dibuatkan perincian untuk kalkulasi biaya proses sizing.kira kira berapa biaya permeter untuk ongkos sizing dalam produksi weaving?termasuk biaya sdm dan listrik

  58. salam kenal pak egis…kebetulan saya keluaran dari UPN Veteran jakarta , tekstil, lihat dari blog bapak yang salah satunya rujukan /kutipan dari bapak Gunadi,salah satu dosen saya ditahun 1987 an, yang saat ini sudah almarhum dan terimakasih bapak mau memakainya , saya salah satu mantan mahasiswanya sangat bangga dengan karya almarhum. Semoga bapak dapat mengexplore karya beliau. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s